Bali 2018



Pulang kampung tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi destinasi wisata yang satu ini. Mengapa ?  Ya tentu karena jaraknya yang sudah "dekat" dari rumah. Dulu rasanya dekat, sekarang baru sadar kalau ternyata lumayan jauh dan lama. Jauh-jauh hari sebelum saya kembali ke kampung halaman di Bondowoso, saya sudah mengatakan kepada papa saya kalau pulang kampung kali ini saya ingin pergi berlibur ke Bali beberapa hari, dan dia mengijinkan saya. Namun yang terjadi pas hari H adalah , "kamu pulang sebentar, papa masih kangen. Tinggal aja udah di rumah , temenin papa". belum lagi di dukung dengan berita yang muncul di koran kalau jembatan penghubung dari pelabuhan menuju kota Bali putus. Oke, jujur bener juga apa yang papa bilang, tapi satu sisi, 'keinginan' liburan itu sungguh besar. Saya meng-iya-kan waktu itu, tapi saya uring-uringan sepanjang hari dan akhirnya ya tetap saja saya pergi keesokan harinya. Ini salah satu sifat "keras kepala" saya. ujungnya, saya tetap pergi.




saya menumpangi travel, "murah" karena kami pikir relasi dari jemaat. saya berangkat pada pukul 08.00 pagi dari rumah. berhubung saya sadar kalau saya ini tukang mabuk perjalanan, saya langsung saja mencoba untuk tidur. untungnya saja berhasil, saya tertidur pulas, sampai akhirnya saya terbangun jam 12.02, ketika itu saya melihat bahwa travel kami sudah sampai di Wonorejo, pas sekali. melewati Taman Hutan Lindung, yang saya sudah pernah ceritakan. sungguh saya tiba-tiba merasa sedih mengingat semua kenangan masa kecil saya ketika saya melewati jalan di Wonorejo. Namun saya tahu bahwa mereka telah lebih bahagia. kemudian saya tertidur lagi di perjalanan. pada pukul 12:40 travel kami telah memasuki pelabuhan Ketapang. sayaa pikir kondisi pelabuhan akan menjadi sangat ramai karena liburan akhir tahun, namun ternyata keadaan pelabuhan saat itu bisa di kategorikan agak sepi dibanding ingatan ketika saya kecil dulu, betapa ramainya pelabuhan itu. Kapal kami akhirnya jalan pada pukul 13:12.

saya turun dari mobil, menuju deck kapal untuk melihat pemandangan laut. hal yang paling saya sukai, bisa melihat lautan lepas, jalan-jalan melihat setiap ruangan dalam kapal. Bertemu orang baru terutama bule adalah hal paling menantang buat saya. entah di umur saya yang sekarang ini, namun bahasa Inggris saya masih "ngek-ngok", sering membuat saya minder untuk bisa berkomunikasi dengan orang asing. benar saja, saya bertemu dengan 1 keluarga bule, dari Belanda yang akan menuju Ubud untuk liburan. dengan pembicaraan sebisa saya, mereka pun mengerti. 1 jam berlalu, terasa sangat cepat, karena saya begitu menikmati perjalan kali ini, tidak terasa sudah pukul 15:09 kami tiba di pelabuhan Gilimanuk Bali. saya pikir perjalanan menuju Bali sudah dekat, ternyata oh ternyata dari pelabuhan menuju kota Denpasar membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam perjalanan. Sungguh amat jauh dari pikiran saya sebelumnya. ketika dikatakan seperti itu oleh driver, saya pun memilih untuk tidur kembali agar tidak mabuk perjalanan. Jam 22.00 saya terbangun dan kami belum sampai juga karena ke"macet"an. saya sudah mulai uring-uringan. singkat cerita, akhirnya saya sampai di hotel saya sungguh tepat pukul 00:00 WITA. Amazed, kesel, capek dll jadi satu, tapi hati kecil saya berkata, "itu kan ga nurut mau orangtua" haha. mungkin kalau papa saya tau kejadian ini dia bakal ngoceh seperti itu.


sesampai saya di hotel, saya langsung check-in untuk masuk kamar, mandi dan tidur! schedule saya penuh untuk keesokan harinya. namun saya lupa kalau saya memiliki janji dengan teman-teman saya yang lain. saya juga sebenarnya tidak terlalu capek fisik, atau pun ngantuk karena sepanjang perjalana saya hanya tertidur. hanya masih merasa kesal saja dengan perjalanannya, untungnya setelah saya mandi, saya sudah merasa fresh kembali dan saya bertemu dengan teman-teman saya. mereka datang ke hotel menjemput saya, kita bertemu di lobby hotel kemudian bercerita basa-basi kabar. setelah itu kami pergi untuk makan, kami pergi makan soto ayam bersama. sepulang dari makan, saya langsung kembali ke hotel untuk istirahat, menantikan hari besok.