Bali - Hari Kedua - Pantai Melasti


Iya, terbangun dengan alarm, pukul 07.00 ! yang ini tidur ga sampai 4 jam. ini adalah hari terakhir dari jalan-jalan singkat ini. bangun tidur saya langsung mandi agar segar. hotel kedua kali ini adalah Hotel Kayun Hostel Downtown. seperti kemarin saya pilih shared room karena harganya sungguh amat bersahabat. kalau tidak salah kemarin sekitar Rp 70,000-an. memang lebih murah karena tidak dapat sarapan dan kamar mandi di luar. kita juga ngga dapet handuk, haha.  sungguh pintar saya ga bawa handuk ke hotel,saya tinggalin di kos-an temen demi menghemat berat barang bawaan. biaya sewa handuknya Rp10,000,-. mereka punya kolam renang di dalam. saya sangat suka dengan kamar mandi mereka, meskipun kamar mandi ini bercampur dengan segala kamar, bukan untuk wanita saja, pria juga. tadinya saya cuma mau pakai handuk saja ke kamar mandi karena saya pikir kamar mandinya khusus wanita juga sesuai dengan kamar yang saya pesan, namun ternyata ada pria lain sedang mencukur kumisnya di wastafel. ada tersedia air panas di showernya, ntah efek dari pegel-pegel apa gimana, saya mandi itu lebih dari 30 menit, cuma ngucurin air hangatnya ke pundak saya, berasa relax banget. tapi berhubung mengingat ga boleh boros air demi masa depan, yasudah saya selesaikan saja. selesai dari mandi itu saya berjalan-jalan kembali di sekitaran hotel saya, kalau pagi hari , kios-kios pinggir jalan yang buka adalah tempat jualan oleh-oleh dan juga beberapa restaurant. pemandangan yang begitu berbeda di pagi hari dan di malam hari. hal lucu yang saya dapatkan pagi itu adalah waktu saya sedang di jalan, ada ibu-ibu menawarkan "ayok pijet, pijet". saya pribadi agak sedikit negatif dengernya, haha di pikiran saya, ini masih pagi kenapa mesti pijet ? . yasudahlah.
hasil dari puter-puter adalah sendal rumbai-rumbai dan setelan putih rumbai-rumbai juga. siap untuk di pakai ke pantai hari ini.



Pantai Melasti
Objek foto pertama kita  adalah jalan raya yang di apit oleh batu-batuan ini. entah disebut apa ya namanya. tapi lumayan pakai perjuangan untuk foto, karena kendaraan yang lalu lalang. giliran udah dapet gambar bagus eh ada motor lewat, mobil lewat. hahaha.




objek foto kedua kita adalah  disini. Ntah apa namanya yang pasti masih di pantai Melasti.

yang ketiga  ini semacam pintu gerbang menuju ke pantai Melasti. ketika kita melewati pintu ini, aka banyak di temukan kios-kios yang berjualan, ada toilet umum, tempat parkir yang tersedia luas. 




keempat,  untuk ambil foto seperti ini kita mesti pergi ke tempat yang agak tinggi dari pantai. pertama kali kesana , saya dan teman saya tidak dapat mengambil foto dikarenakan angin yang begitu kencang, sampai badan saya terasa akan terbang kala itu . sehingga kami memutuskan untuk kembali ke bawah, mencari objek foto lain lebih dulu, dan akan kembali ke tempat ini ketika angin mulai reda. 




kelima,  nah ini di pinggir pantai. sejujurnya ekspetasi saya untuk berfoto disrini sudah tinggi sekali, namun apa daya, cuaca memang tidak mendukung. saya tidak dapat terlalu banyak mendapatkan momen-momen yang bagus. tapi intinya, saya begitu bahagia ketika dapat berada di pinggir pantai seperti ini. rasanya begitu lepas, menyatu dengan alam.