liburan Natal tahun lalu, gue udah jadi anak rantau di beda pulau lagi, untuk pertama kalinya gue ga rayain natal di Manado, dan itu rasanya "errrr" banget ternyata.
beda banget sama perayaan natal di tahun sebelumnya, ngebuat gue sadar sebenernya betapa indahnya suasana natal di Manado.
tahun lalu, biasa sebulan sebelum natal aja di sana udah berasa suasana natalnya. pohon-pohon natal, lagu natal, pernak-pernik natal berhamburan dimana-mana.
sekarang, yah ga berasa sama sekali klo udah mau natalan (ha)
cuma tetap gue belajar bersyukur dengan semua hal baru yang ada di depan gue. dengan tempat kerja pertama gue, temen-temen kerja yang baru juga, CG dan tempat-tempat favorit gue yg baru.
selama kita "mau" menerima perubahan baru, pasti akan ada hal baru yang membuat kita bahagia dengan cara yang baru.
yah kira-kira begitulah pembukaan gue yang masih penuh dengan nostalgia kota tersebut, selanjutnya gue bakal cerita tentang liburan akhir tahun kemarin bersama 3 temen kantor gue, ngebolang ke BANDUNG dengan modal keniatan dan pastinya modal duit (rencana hanya akan jadi wacana selama duitnya ga beneran ke kumpul ! )
kita udah rencanain liburan ke Bandung kurang lebih sebulanan sebelum libur Natal. tadinya bukan mau pergi pas hari Natal, tapi karena mereka begitu mengerti "kesendirian" gue sebagai anak rantau di long weekend liburan itu jadi mereka memilih untuk pergi di hari itu. thanks a lot Sekar, Alga dan Gerdian.
kita pergi dari tanggal 23 Desember, malamnya. dan yah gue duduk paling belakang sendirian dan gue tidur sepanjaaaaaaaannggg perjalanan dan baru kebangun waktu lagi berenti di pom bensin. kita berangkat sekitar jam 1 subuh dari titik kumpul kita di kantor, UBM TOWER. sampai di Bandung subuh sekitar jam 6 pagi. kita pada cuci muka, supaya seger dan gue dengan rajinnya pergi mandi, keramas dll. haha sampai akhirnya kelamaan nungguin gue karena gue masi ngeringin rambut dan nyatok. gue ga ngerti lagi mereka pada sabar nungguin.
tujuan pertama kita adalah " Orchid Forest Lembang " , dengan tiket masuk waktu itu sebesar Rp 25,000,- . kita dapet air minum mineral botol kecil. sebenernya yang jadi tujuan utama kita waktu itu mau kesana karena kita mau foto di jembatan yang jadi ikon mereka banget, namun entah mengapa terjadi miss komunikasi baik Sekar atau Alga ga ada yang bawa kamera waktu itu, sejujurnya pas denger itu gue badmood banget, haha. tapi ya jalan-jalan jadi ga seru nanti klo gue ngambek hal begituan, dan ya pelajaran pertama gue " ngilangin sifat ngambekan gue dan tetap enjoy sama mereka " karena ya kalo di pikir-pikir kebahagiaan gue itu yankarena bisa bareng sama mereka. bukan cuma karena sekedar foto-fotonya. meskipun ya dengan foto-foto itu kita bisa mengenang momen yang ada, tapi kan ya pakai seadanya dulu juga ga papa lah ya.
muka masih pada fresh, sekitar jam 10 pagi, tempatnya masih sepi dan ini lumayan luas dan yah menguras tenaga , anggaplah olah raga pagi. jalanannya naik turun kaya di pegunungan. jadi siap-siapin stamina aja. udaranya seger banget, banget.
ohiya anw kita ga jadi foto di jembatan nya, karena waktu itu nambah lagi bayar 10 rb klo ga salah dan setelah di lihat langsung, kita masih lebih tertarik sama tempat yang lain nya. jadi kita memilih utk ga masuk ke jembatan itu.
Nah foto-foto di atas itu letaknya di tengah-tengah , pas udah mentok sampai di paling ujung tempat wisatanya kita menemukan , "toilet" yang lumayan bagus juga lokasinya untuk dibuat foto-foto.
hahaha.
ohya disana juga ada taman khusus kita lihat kelinci-kelinci yang di budidayakan disana.
ada banyak kelinci yang di taruh di suatu lahan khusus dimana para pengunung di ijinin untuk kasih makan dan main langsung sama kelinci-kelinci itu
di depan pintu masuk ada yang jualan wortel di plastik-plastikin gitu buat yang mau kasih makan kelinci-kelincinya. ada rumah-rumahan kecil buat para kelinci berteduh, lorong-lorong kecil, dan gue ke inget sama film anak-anak jaman gue kecil dulu, "teletubies"
dan ternyata kita semua terlena sampai udah kelamaan disana.
kita baru keluar dari Orchid sekitar jam 12 siang dan selanjutnya kita menuju The Lodge Maribaya !
kita baru keluar dari Orchid sekitar jam 12 siang dan selanjutnya kita menuju The Lodge Maribaya !
The Lodge Maribaya's
destinasi lburan kedua kita selanjtnya adalah " The Lodge Maribaya "
memang karena kita datang pas waktu hari libur juga, parkiran full sampe susah mau cari yang kosong, tapi memang karena keniatan kita, kita muter-muter cari, dan ya pasti dapet.
kejadian lucu nya adalah, baju yang di pakai sama abang-abang parkiran waktu itu miriP sama baju yang di pake Gerdian. hahaha kita mah ketawa-ketawa aja.
di pintu masuk kita beli tiket masuk dan dapet segelas "es susu milo" , lumayan buat tambah tenaga kali maksud mereka ya.
dan ya kita langsung berpencar satu sama lain mencari kesenangan masing-masing.
yang terkenal dari tempat ini adalah tempat foto "melayang" nya, baik melayang di ayunan, atau di sepeda. ada juga yang di pondok2 .
gue setia di temani oleh para "bodyheart" gue si Gerdian dan Alga. tujuan pertama kita adalah untuk foto "ayunan terbang" .
untuk masuk wahana ini kita bayar biaya sebesar Rp 25,000,- yang yah worth it lah untuk hasil foto yang bertebaran di inet lumayan cantik karena pemandangan belakangnya. dan gue teringat lagi nyeselnya ga ada yang bawa kamera, --"
INI ADALAH PERBEDAAN HASIL FOTO KAMERA HP BIASA DAN KAMERA DSLR
kita ngantri aja buat foto itu sekitar se jam , klo sendirian otomatis pasti gue udah males banget. ngantri se jam untuk proses foto yg cuma ga nyampe 1 menit. wow!
yang paling membekas di hati gue itu adalah waktu kita udah di atas ayunan, yang lucu nya itu si photografer degan semangatnya slalu bilang "iya tengok kanan, tengok kiri, tangannya di angkat, senyumm yaa! " untuk ngarahin kita para model awam. awalnya gue biasa aja dan baru ngeh pas gue dan yang lainnya itu nyusulin si Sekar sm pacarnya foto juga di balon terbang, fotografernya ngomong kaya yang tadi gue sebutin di atas, tapi karena mereka couple, jadi ada tambahan embel-embel "iya liat-liatan" dan gue sama Alga jadi ketawa-ketawa. Semenjak itu kita jadi slalu ngomong "teng ok kanan, tengok kiri" dan kita ketawa-ketawa sendiri.
Sepanjang jalan balik ke parkiran, seperti biasa banyak yang jualan. berbagai macam barang, dari makanan, tas, baju dan ada tanaman. yang cukup unik mereka jualan tanaman di pot-pot kecil , range harga dari Rp 5,000,- dan apa daya naluri perempuan pun hadir, gue dan Sekar mampir.
setidaknya ke "capek" an kita terbayar dengan foto yang bagus dari tempat tadi, ohya anw untuk ambil fotonya itu kita bayar Rp 10,000,- per foto. kita bisa ambil di pintu keluar, bukan di tempat kita foto tadi. biasanya fotografernya kasih kita 10 pilihanfoto, dan itu dalam bentuk softcopynya aja loh ya, bukan tercetak. haha. pertama berasa banget di porotinnya sih ya, cuma ya itulah penghasilan mereka, toh juga hasilnya bagus, jadi ya udah. akhirnya kita pulang dan disambut dengan kemacetan yang begitu luar biasa malam itu.
seperti biasa, gue tidur nyenyak.







